Si Minus Tujuh

image

Namanya Widya. Sudah sekitar 7 bulan ini dia magang di kantor tempatku bekerja. Umurnya masih 23. Orangnya tinggi, putih, langsing, rambut lurus panjang, wajah baby face dan oriental. Yah, secara fisik tipikal cewek yang disukai cowok-cowok masa sekarang.

Banyak cowok di kantor ngefans ma dia. Beberapa kali di grup WA kantor kami dihiasi foto-foto Widya. Yang posting itu tentunya para cowok. Pernah foto Widya yang sedang tersenyum, kemudian ditambahi editan tulisan,”cepet cembu ya kakak kakak cemuwa.”
Pernah juga ada teman kantor yang memfoto teman lain yang sedang ketiduran, kemudian diaplod di grup WA dengan tambahan editan gelembung sabun di atas kepalanya, dan di dalam gelembung itu ada foto Widya sedang tersenyum. Jadi seolah-olah dia sedang tidur dan memimpikan Widya. Ada-ada aja.

Ada teman kantorku yang namanya Wicaksana. Dia biasa diberi tugas tambahan sebagai tukang foto tiap ada acara di kantor. Di acara senam pagi yang tiap Jumat, tak ketinggalan selalu diambilnya foto Widya.

Aku belom pernah ngobrol sama Widya. Cuma kalo papasan di dalam kantor, say ‘hi’, kemudian sesekali menyapa kalo kebetulan aku ke ruangannya. Kesan yang kudapat sih, dia emang anaknya manis, ramah, dan pandai bergaul. Pantes aja dia banyak penggemarnya, emang dia adorable sih.

Sore tadi, timku mengadakan acara sosialisasi terhadap para usahawan (yup! aku PNS). Kebetulan, Widya ikut bantu-bantu. Pas sedang luang, kami mengobrol. Dia bercerita padaku, tentang pacarnya yang sudah bersamanya selama 6 taun (sempat putus hanya selama 1 bulan). Tentang kerjaannya dulu sebelum ini, di Jakarta, yang mengharuskan lembur gila-gilaan sampe tengah malam. Tentang matanya yang sipit sehingga harus dirias dengan eyeliner supaya nampak sedikit ‘ada’.

Kemudian dia bercerita hal yang membuatku kaget. Bahwa dia mengenakan lensa kontak di mata kirinya. Hanya mata kirinya. Mata kanannya normal, sedangkan mata kiri minus 7! Kutanya,”Kok bisa minusnya sejomplang itu? apa mungkin matamu pernah luka atau trauma?”

Jawabnya,”nggak pernah sih Mbak. Cuma, kata ibuku… pas aku masih kecil dulu, mataku pernah kemasukan rontokan bulu mataku, sampe jadi merah banget. Ibu sampe takut, dan dibawa ke dokter. Tapi kata dokter gakpapa. Gaktau deh kalo bulu itu mungkin melukai saraf mata atau gimana, jadi bikin penglihatanku kabur gini. Ini kalo mata kanan ditutup, sedangkan mata kiri gak pake lensa kontak…. aku dah nggak keliatan apa-apa deh.”

Kemudian mendadak aku teringat mataku sendiri. Mataku juga mengalami minus yang jomplang antara keduanya (walau tidak sejomplang Widya). Yang kiri normal, yang kanan minus 3. Ketika dulu test mata di dokter untuk pemberkasan cpns, dokternya sampe heran kenapa bisa begitu. Aku ingat betul, waktu kelas 4 SD, aku pernah ‘nyinggrek’ (apa ya bahasa Indonesianya ngambil buah pake galah?) buah belimbing dari pohonnya. Setelah ku-singgrek, buah belimbing di atas pohon itu copot rantingnya, meluncur, dan ctak! jatuh tepat menghantam bola mataku yang sedang menatap ke atas. Kurasa karena itulah mata kananku jadi kabur sekarang.

Pernah juga kudengar, pas di kos, teman sebelah kamar bercerita ke temennya (aku gak sengaja denger), kalo ada temen dia yang namanya si Andi. Andi ini matanya udah ‘rusak’, soalnya dia dulu pas kecil pernah berantem sama kakaknya (biasalah anak kecil). Si kakak ini memukul Andi dengan keras, dan kebetulan pas kena bagian mata. Makanya penglihatan Andi jadi kabur banget, setara dengan minus 10.

Kuceritakan semua cerita ini ke Widya. Kemudian Widya cerita lagi,”aku pernah ditawari oleh dokter supaya lasik, Mbak (operasi mata menggunakan laser, untuk menghilangkan minus). Trus aku juga ditakut-takutin, kalo aku gak lasik nanti lama-lama mataku bisa juling. Pertamanya sih aku takut mbak. Tapi aku gak mau langsung percaya. Aku pergi ke dokter-dokter lain untuk meminta second opinion. Dan kata dokter-dokter itu lasik itu gak harus. Bisa diganti pake kacamata ato lensa kontak.”

Kujawab: Aku mengalami mata-kabur-sebelah dari kelas 4 SD (umur 10 taun), sampe sekarang umurku 28 taun. Berarti udah selama 18 taun ya. Dan selama itu aku baik-baik aja kok. Hanya saja, kalo mata kiriku kututup… ya kabur dah. Hahaha.”

————–

Nobody’s perfect. Pepatah lawas yang gak pernah kadaluwarsa. Minus 3 aja sudah membuat pandanganku cukup kabur, gimana rasanya minus 7 kayak Widya ya? Kadang kita cuma iri dengan kelebihan-kelebihan orang, dan sibuk membandingkan orang lain dengan kita. Ya, karena hanya kelebihanlah yang kita tau, sedangkan kekurangan dia kita gak tau.

Advertisements